Wahai pejalan lihatlah dirimu Lihatlah tubuh tak berdayamu di ruang gelap itu Terbaring macam pesakitan yang putus asa dengan vonisnya Ditemani cucuran keringat dan air mata yang tak ada bedanya Cobalah bangun dan berdiri di depan cermin Lihatlah sosok yang acak-acakan tanpa harapan Penuh luka yang tak tampak Mata lebam dihajar air mata yang selalu mengalir seakan tak ada portal untuk menahannya Lihatlah! Sudah? Benar itukah dirimu wahai pejalan? Benar sosok itukah yang terlahir ke dunia dengan atribut cinta dan buah hati? Benar jasad itukah yang lolos uji kelayakan hidup atas izin Al Baadii? Jika benar, kau terlampau jauh dengan harapan Ingatlah dirimu dengan senyum terbaik yang kau miliki Dan lihat kemana senyuman itu sekarang? Mengapa hilang dan hanya tersisa bibir yang terus mengatup penuh kebisuan? Bangunlah pejalan Dunia ini masih indah dan akan tetap indah jika kau bergerak Jangan mengurung dirimu seperti ini Selangkah dua langkah akan mengubah titik terendahmu pada harapan baru...
Komentar
Posting Komentar