BANGUNLAH PEJALAN
Wahai pejalan lihatlah dirimu
Lihatlah tubuh tak berdayamu di ruang gelap itu
Terbaring macam pesakitan yang putus asa dengan vonisnya
Ditemani cucuran keringat dan air mata yang tak ada bedanya
Lihatlah tubuh tak berdayamu di ruang gelap itu
Terbaring macam pesakitan yang putus asa dengan vonisnya
Ditemani cucuran keringat dan air mata yang tak ada bedanya
Cobalah bangun dan berdiri di depan cermin
Lihatlah sosok yang acak-acakan tanpa harapan
Penuh luka yang tak tampak
Mata lebam dihajar air mata yang selalu mengalir seakan tak ada portal untuk menahannya
Lihatlah!
Sudah?
Benar itukah dirimu wahai pejalan?
Benar sosok itukah yang terlahir ke dunia dengan atribut cinta dan buah hati?
Benar jasad itukah yang lolos uji kelayakan hidup atas izin Al Baadii?
Jika benar, kau terlampau jauh dengan harapan
Ingatlah dirimu dengan senyum terbaik yang kau miliki
Dan lihat kemana senyuman itu sekarang?
Mengapa hilang dan hanya tersisa bibir yang terus mengatup penuh kebisuan?
Bangunlah pejalan
Dunia ini masih indah dan akan tetap indah jika kau bergerak
Jangan mengurung dirimu seperti ini
Selangkah dua langkah akan mengubah titik terendahmu pada harapan baru bahwa Tuhan belum mengizinkanmu kembali.
Komentar
Posting Komentar