DIAMNYA ADALAH LUKA
Dia adalah tempat penyimpanan segala peristiwa Bertahun-tahun baik suka maupun duka Mungkin dia bisa jadi mati rasa karena terlalu banyak yang diterima Sekarang sensornya tidak sesensitif dulu senggol dikit dapat merasakan Sekarang butuh waktu untuk mengamati dulu baru melanjutkan proses Jika disuruh bicara mungkin akan memilih diam Karena diamnya adalah jawaban yang tidak bisa diucapkan dengan pilihan kata sesopan apapun Karena memang sebrengsek itu kesimpulannya Ah barangkali menangispun tidak Lebih tepatnya biasa saja sudah Kebal terhadap segala macam rasa Suka duka halus kasar baik buruk Namun tetap hidup karena satu hal Harapan Berusaha tegar walau sudah banyak memar Tidak mengapa Tuhan bersama orang-orang yang berjuang.