ULANG TERUS ULANG

Entah bisikan dari mana dan atas dasar dorongan apa
Mengulang-ulang pola yang sama
Untuk akhir yang tidak jauh berbeda
"Mau mu apa?", tanyamu
Sederhana, jangan kembali sebagai kekasih yang begitu saja pergi ketika aku sedang asyik-asyiknya mencintai
Kau tahu berapa banyak malam yang sudah ku lalui tanpa pembicaraan denganmu?
Berapa banyak pagi sudah ku lalui tanpa energi saling mengasihi untuk bertumbuh lebih baik lagi?
Berapa banyak kontrol emosi agar tidak membenci?
Mengapa mudah sekali kembali tanpa menanyakan bagaimana keadaanku setelah kepergianmu, kekasih?
 
Keadaanku tidak sederhana
Tapi aku berusaha keras menyederhanakan
Masih ada yang menginginkan aku tetap tersenyum
Untuk itu, berbahagialah! Karena dirimu yang tersenyum yang kuharapkan datang
Bukan dirimu yang penuh luka dan melukai
Sembuh!

Komentar