AH SUDAHLAH SAYANG

Pada yang saling hampa
Selalu menanti
Bolehkah kita susun kembali?
Kenangan bersama sampai pagi
Walau tertidur karena dongeng masing-masing

Pada yang tidak kunjung sembuh
Selalu mencoba mana ramuan paling ampuh
Air mata yang kenapa lagi-lagi mengucur
Dan diri yang tidak terkendali perlu ditahan peluk
Agar berhenti

Mari atur waktu
Agar satu hari saja kita menyatu
Jarak ini, ah menghambat sekali
Bagi dua kehampaan yang saling menanti
Ingin segera letakan kepala ini dekat jantungmu
Biar ku tahu masih ada yang hidup walau dipaksa mati
Biar ku mengerti bagaimana cara bertahan walau sudah babak belur dihajar keadaan

Selain harapan apalagi sayang yang masih hidup?
Ku rasa diri kita mati
Tapi masih bisa tidur dan bermimpi
Masih bisa bangun lagi di pagi hari
Layakkah terbaring seperti bangkai disaat nafas masih lancar keluar masuk?
Namun, sekujur tubuh seperti tertusuk dan remuk
Apakah ini yang namanya dibentuk sayang?
Dibentuk jadi apa?
Kenapa diri hancur lebur demi kelayakan hidup
Kelayakan berdasarkan standar siapa sayang?
Kenapa diri harus meregang nyawa demi bahagia?
Bahagia berdasarkan standar siapa sayang?

Bolehkah kita diam saja?
Toh aktif atau pasif kita masih babak belur
Korban atas kejahatan tangan suci yang memberi makan ego sendiri
Ah tapi mungkin kita juga pelakunya
Jadi sudahlah sayang mari tidur dan semoga besok adalah surga yang kita tempati

Komentar